Skip navigation

Cuaca buruk yang melanda perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah, membuat pasokan ikan minim. Akibatnya, ekspor hasil laut, seperti ikan tuna dan udang, dari Cilacap terhenti.

Semakin banyaknya perburuan ikan hiu di laut menjadi salah satu penyebab kelangkaan ikan di perairan Indonesia.

Cuaca buruk yang melanan selatan Cilacap, Jawa da perairan selatan Cilacap, Jawa Tengah, membuat pasokan ikan minim. Akibatnya, ekspor hasil laut, seperti ikan tuna dan udang, dari Cilacap terhenti.

“Stoknya kosong sama sekali. Tidak ada nelayan yang memasok ikan lagi,” kata eksportir hasil laut Cilacap, Sudirwan Kadamilah, setelah mengikuti diskusi yang digelar WWF Indonesia di Cilacap kemarin.

Diskusi yang mengambil tema penurunan produksi ikan laut itu juga dihadiri lembaga swadaya masyarakat Taka dan sejumlah kepala dinas di Cilacap. Selain itu, beberapa kelompok nelayan mengikuti diskusi tersebut. Sudirwan mengatakan, akibat kosongnya pasokan ikan dari nelayan Cilacap, dia terpaksa mendatangkan ikan dan udang dari Pantai Utara Jawa. Padahal sesungguhnya kekosongan ikan tidak hanya terjadi di Cilacap, tapi juga hampir di semua pesisir selatan Jawa.

Saat ini, kata Sudirwan, ia hanya bisa mengirim ikan ke luar negeri paling banyak 35 ton. Padahal sebelumnya keuntungan harian dari mengekspor ikan bisa mencapai Rp 200 juta.”Saat ini paling banyak Rp 10 juta per hari,”kata dia.

Selain itu, kata Sudirwan, sejak 2006, hasil produksi ikan di perairan selatan Jawa memang terus menu run. Jika pada 2006 hasil tangkapan nelayan bisa mencapai 650 ton, pada 2010 hanya 291 ton.

Abdullah Habibi, Capture Fisheries Coordinator WWF Indonesia, mengatakan turunnya jumlah ikan di perairan Indonesia, satu di antaranya, disebabkan oleh semakin banyaknya perburuan ikan hiu di laut.
“Mereka ini predator puncak yang sangat penting dalam rantai makanan,”kata dia.

Tingginya permintaan sirip hiu di pasar, disebut Abdullah, sebagai salah satu faktor semakin sedikitnya jumlah hiu di laut. Menurut dia, ikan hiu yang ditangkap nelayan sedikitnya 70 persen terjaring secara tidak sengaja. Sementara itu, salah satu pengusaha pemburu ikan hiu di Cilacap, Ngatiyem, mengatakan sudah tiga tahun terakhir ini hasil tangkapan ikan hiu memang menurun tajam.
“Dulu di dekat pantai masih ada hiu. Tapi sekarang ini kami harus mencarinya hingga perbatasan Pulau Christmas, Australia,”kata dia.

Kini bukan hanya hiu yang susah dicari, Ngatiyem menyebutkan, tapi juga beberapa jenis ikan lain, di antaranya ikan tongkol, cakalang, dan layur. Dia menyebutkan, penggunaan pukat harimau oleh nelayan daerah lain menjadi penyebab turunnya hasil tangkapan, selain faktor cuaca.

ARIS ANDRIANTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: