Skip navigation

Wartawan yang tergabung dalam Komunitas Pekerja Pers Kabupaten Banyumas kemarin mulai memboikot kegiatan Bupati Banyumas Mardjoko karena belum juga mencabut surat edaran yang berisi layanan informasi ke media massa lewat satu pintu. Rabu pekan lalu, sejumlah wartawan telah menggelar aksi, memberi waktu sepekan kepada Bupati untuk mencabut surat bernomor 480/2676 itu.

Namun, hingga kemarin surat itu belum juga dicabut.

“Ini jelas melawan UndangUndang Pers,” ujar Agus Sumaryono, koordinator aksi, yang digelar di depan kantor Pemerintah kabupaten Banyumas, kemarin.

Dengan surat edaran itu kewenangan memberikan informasi terkait dengan kebijakan umum daerah yang bersifat strategis, pengelolaan keuangan daerah, dan pembinaan kepegawaian ada di tangan bupati.

Kepala Humas Pemerintah Banyumas Eko Prijanto mengatakan belum ada rencana pencabutan surat edaran itu. “Saya belum punya rencana untuk mengusulkan pencabutan edaran tersebut,” ujarnya.

Namun, sebelumnya, untuk meredakan ketegangan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah M. Santoso mengeluarkan surat imbauan kepada para kepala dinas untuk tetap memberikan pelayanan informasi kepada media massa. “Sebenarnya tidak ada akses yang dihambat,” ujar Eko beberapa hari lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: